Jumat, 16 Desember 2011

Cinta Takkan Salah

Cinta datang dan pergi tanpa ada yang bisa menyadari dan meramalkannya. Cinta sendiri yang memilih untuk jatuh dan meresap pada sanubari seseorang. Manusia tidak dapat memilih kepada siapa ia akan jatuh cinta. Akan tetapi kepada siapapun juga cinta itu jatuh dan tumbuh berkembang, ia takkan pernah salah. Hanya keadaan, ruang dan waktu yang membuat cinta itu menjadi salah dan dapat berubah menjadi racun yang dapat membunuh dalam sekejap saja. Sesungguhnya cinta itu adalah anugerah yang diberikan Ilahi pada jiwa-jiwa umatnya. Syukurilah karunia cinta yang pernah dan sedang ada di hatimu dan janganlah menyesalinya ketika ternyata cinta yang kau rasakan tidak seindah cerita dongeng sebelum tidur, film-film romantis, novel syahdu dan alunan lagu yang mengharu biru. Manusia terkadang menemui beberapa cinta yang salah untuk menuju ke cinta sejati sesungguhnya. Cinta yang abadi, yang akan menemani perjalanan hidupnya sampai ia sama sekali tidak lagi merasakan cinta.

Kamis, 15 Desember 2011

The untitled poem

Cinta dan sayang... tidak tau apa tapi sering terjadi dan dijunjung tinggi oleh orag-orang..
let me describe it in my own way...

cinta
adalah ketika kita bersedia menjadi tong sampah

menjadi bahu sandaran saat dirinya sepi dan gundah
ketika kata menenangkan nestapa dan jemari menghapus nyeri di hulu hati
sedangkan sayang adalah memaknai arti kebersamaan
menjaga hati untuk selalu rela saat waktu memisahkan dirinya
bahagia terbang jauh tinggi walaupun bukan kita yang menjadi sayapnya

Setapak Perjalanan Ibukota

Hampir tiga bulan berada di ibukota Jakarta. Banyak hal yang didapat dan di pelajari. Suasana, budaya, orang-orangnya yang berbeda dengan kampung asal saya. No places like home... itu ungkapan yang sangat benar. Walaupun kota asal saya tidak semegah dan selengkap ibukota, saya tidak henti merindukannya untuk kembali. Tapi pertama kalinya tinggal menetap dalam jangka waktu yang cukup lama, Jakarta memberikan kesan tersendiri di hati saya.

Jakarta, saya kembali jatuh cinta... walaupun pada akhirnya saya tidak mendapatkan cinta itu setidaknya saya kembali merasakan sebuah rasa yang sudah lama tidak saya rasakan.

Jakarta, saya menjadi mandiri... saya tidak bisa bermalas-malasan disini. Berbeda dengan saya ketika berada di kampung halaman saya yang semua serba disiapkan mama. Di Jakarta saya bertarung melawan waktu, kejenuhan, peluh dan penat.

Jakarta, saya membuktikan kepada semua orang bahwa saya tidak manja...

Jakarta, akan memulai mimpi dan harapan semua orang pada saya..